Paluta//dutakhabarerkini.co.id – 29 Oktober 2026
kita sering mendengar janji-janji besar soal ketahanan pangan di ruang-ruang rapat yang ber-AC,
di Dusun Huta Pardomuan, warga tidak menunggu janji janji itu turun ke ladang.
Pada Kamis, 29 Oktober 2026, Kelompok Koperasi Produsen Tani Aman Makmur (KPTAM) memulai penanaman padi perdana secara bergotong royong di lahan Ketapang.
Tanpa menunggu perintah, tanpa menunggu bantuan yang entah kapan datang — warga bergerak sendiri. Dengan perencanaan yang matang dan tenaga sendiri, mereka menanam padi varietas Ramos untuk lahan darat. Target mereka sederhana: selesaikan penanaman sebelum akhir bulan Oktober ini. Selain padi, mereka juga sudah menyiapkan jagung dan aneka sayuran, membangun kemandirian pangan dengan keringat sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Bistok Sihombing, Penerima Kuasa sekaligus Ketua DPC LSM Penjara Rokan Hulu.
Pesan terbuka untuk para pejabat negara:
“Lihatlah ke Huta Pardomuan. Di sini rakyat tidak meminta dibelikan alat mewah atau diberi uang tunai. Mereka hanya meminta satu hal: beri kami kepastian, lindungilah lahan kami, dan jangan biarkan kami berjuang sendirian di tanah sendiri.”
Sudah saatnya pertanyaan ini diajarkan dengan jujur: Jika ketahanan pangan benar-benar prioritas negara, mengapa mereka yang menanam padi justru harus berjuang sendirian? Mengapa warga harus mengerahkan tenaga sendiri sementara izin, pendampingan, dan perlindungan masih terasa jauh?
Janganlah program ketahanan pangan hanya menjadi slogan di atas kertas dan pidato saat hari besar pertanian. Ketahanan pangan lahir ketika petani merasa aman di lahannya, ketika mereka didengar, didukung, dan dilindungi. Jika warga Huta Pardomuan bisa bergerak hari ini — bukankah tugas negara justru mendampingi mereka, bukan membiarkan mereka berjuang sendirian?
Kami berharap langkah kecil namun gagah berani ini segera mendapat perhatian nyata dari pemerintah daerah maupun pusat. Dukunglah kami, karena padi yang mereka tanam hari ini akan menjadi nasi di piring meja rakyat kita semua. Jangan biarkan semangat ini layu hanya karena negara terlambat hadir.kata bijak dari pengawas dan penerima kuasa BISTOK SIHOMBING.














