GMPB Desak Evaluasi dan Audit Menyeluruh Dapur SPPG di Kabupaten Bogor

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, 8 Juni 2026 – Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GMPB) mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor, DPRD Kabupaten Bogor, serta instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, tercatat terdapat 588 titik dapur SPPG di Kabupaten Bogor. Dari jumlah tersebut, 509 dapur telah beroperasi, 546 telah memiliki KPSS, 420 memiliki Izin Kelaikan Lingkungan (IKL), 532 telah menjalani pemeriksaan laboratorium, namun hanya 265 dapur yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Ketua GMPB, M. Ikbal, menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak karena SLHS merupakan salah satu instrumen penting dalam menjamin keamanan dan kelayakan pengolahan makanan yang akan dikonsumsi masyarakat, khususnya para penerima manfaat Program MBG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat menyayangkan masih banyaknya dapur SPPG yang beroperasi namun belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Berdasarkan data yang ada, sebanyak 323 titik belum memiliki SLHS. Kondisi ini harus segera dievaluasi secara menyeluruh demi menjamin kualitas dan keamanan pangan dalam Program MBG,” ujar M. Ikbal.

GMPB menilai bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pemberian izin dan pengawasan harus segera mengambil langkah konkret terhadap seluruh dapur SPPG yang belum memenuhi persyaratan administrasi maupun standar kesehatan lingkungan.

Selain itu, GMPB mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor untuk turun tangan secara langsung dengan menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur SPPG yang belum memiliki IKL maupun SLHS.

Baca Juga:  GENCARKAN GERMAS DAN PERCEPATAN PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR, PEMKO TEBING TINGGI LUNCURKAN INOVASI "PINTU RADIASI" UNTUK PERCEPAT DETEKSI TBC

Menurut GMPB, minimnya pengawasan terhadap pelaksanaan program strategis nasional tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan di lapangan apabila tidak segera dilakukan pembenahan dan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.

GMPB juga meminta aparat penegak hukum, mulai dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor hingga Kejaksaan Agung Republik Indonesia, untuk melakukan audit dan pemeriksaan terhadap pengelolaan yayasan maupun pihak-pihak yang terlibat dalam operasional dapur SPPG, khususnya di Kabupaten Bogor, guna memastikan penggunaan anggaran dan pelaksanaan program berjalan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Tuntutan GMPB
1.Mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur SPPG yang belum memiliki IKL dan SLHS.

2.Mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor untuk memperkuat pengawasan Program MBG.

3.Memastikan seluruh dapur SPPG memenuhi standar kesehatan, sanitasi, dan keamanan pangan sebelum beroperasi penuh.

4.Mendorong transparansi data perizinan dan hasil pengawasan seluruh dapur SPPG di Kabupaten Bogor.

5.Meminta aparat penegak hukum melakukan audit terhadap pengelolaan yayasan dan operasional dapur SPPG yang menggunakan anggaran program pemerintah.

Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GMPB) menegaskan bahwa pengawasan yang ketat dan kepatuhan terhadap standar kesehatan merupakan hal yang tidak dapat ditawar demi menjamin keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis serta melindungi kesehatan para penerima manfaat di Kabupaten Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dutakhabarterkini.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

▪︎Program Presiden Terus Dikebut, Aster Kasdam Jaya Cek Progres Jembatan Gantung di Cibarusah
Polda Riau di tantang oleh sekelompok Mahasiswa, terkait Illegal loging di Rohil semakin “Merusak lingkungan Hidup”
PERINGATAN HARI JADI KE-109 KOTA TEBING TINGGI: WALI KOTA PAPARKAN CAPAIAN STRATEGIS DALAM PARIPURNA DPRD HINGGA PENYERAHAN BANTUAN PERTANIAN DI HALAMAN BALAI KOTA
DPD AKPERSI Kepri Soroti Etika dan Moral Oknum Pejabat, Tegaskan Pentingnya Kebebasan Pers dan Keterbukaan Informasi
Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama
*DPP AKPERSI BERHENTIKAN DENGAN TIDAK HORMAT KETUA DPC AKPERSI KABUPATEN TANGGAMUS, TEGASKAN ZERO TOLERANCE TERHADAP NARKOTIKA*
*OVERKAPASITAS LAPAS MAKIN MENGKHAWATIRKAN, WEBINAR NASIONAL MHI KUPAS MASA DEPAN SISTEM PEMASYARAKATAN INDONESIA*
Aksi Jilid II di Mapolda Sumut: Kinerja Polres Nias Dipertanyakan, Minta Pencopotan dan Reformasi Total
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

▪︎Program Presiden Terus Dikebut, Aster Kasdam Jaya Cek Progres Jembatan Gantung di Cibarusah

Senin, 13 Juli 2026 - 04:49 WIB

Polda Riau di tantang oleh sekelompok Mahasiswa, terkait Illegal loging di Rohil semakin “Merusak lingkungan Hidup”

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:45 WIB

PERINGATAN HARI JADI KE-109 KOTA TEBING TINGGI: WALI KOTA PAPARKAN CAPAIAN STRATEGIS DALAM PARIPURNA DPRD HINGGA PENYERAHAN BANTUAN PERTANIAN DI HALAMAN BALAI KOTA

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:12 WIB

DPD AKPERSI Kepri Soroti Etika dan Moral Oknum Pejabat, Tegaskan Pentingnya Kebebasan Pers dan Keterbukaan Informasi

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:48 WIB

Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama

Berita Terbaru