Dutakhabarterkini.co.id // Tebing Tinggi, – Fenomena kabut yang telah berlangsung sudah hampir satu bulan terakhir menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab kabut yang terus muncul serta dampaknya terhadap aktivitas warga sehari-hari.
Kabut yang menyelimuti wilayah, terutama pada pagi hari atau waktu-waktu tertentu, dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Pengendara kendaraan bermotor pun harus meningkatkan kewaspadaan guna menghindari risiko kecelakaan.
Iwan salah satu warga mengatakan, selain mengganggu jarak pandang, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kualitas udara, khususnya apabila kabut disertai bau asap, iritasi mata, batuk, atau gangguan pernapasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga kini, penyebab kabut yang berlangsung hampir satu bulan tersebut perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan pemantauan oleh instansi terkait. Kabut biasa akibat kondisi cuaca berbeda dengan kabut asap yang dapat disebabkan oleh kebakaran lahan maupun sumber polusi lainnya.”ucap Iwan.
Kami masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait, termasuk dinas lingkungan hidup, Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit dan pihak berwenang di bidang meteorologi, dapat melakukan pemantauan serta memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi tersebut apakah berdampak dengan kesehatan masyarakat.
“Transparansi informasi sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui apakah kondisi ini berkaitan dengan faktor cuaca, kebakaran lahan, atau penyebab lainnya.
Warga juga meminta Dinas Kesehatan memberikan imbauan resmi mengenai langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat, termasuk penggunaan masker yang sesuai, pembatasan aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk, serta perlindungan terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Selain itu, pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan informasi mengenai gejala gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai serta langkah penanganan yang tepat apabila masyarakat mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan pernapasan lainnya”tutupnya. (WH)














