Proyek Cetak Sawah Rakyat di Sergai Diprotes Warga, Alat Berat Dihentikan

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dutakhabarterkini.co.id //Serdang Bedagai, – Proyek pekerjaan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang merupakan program pemerintah menuai protes dari warga selaku pemilik sawah di sekitar wilayah proyek di Dusun Sei Kering, Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (24/7/2026).

Beberapa warga pemilik sawah di sekitar lokasi proyek bersama Kepala Dusun, Ketua Kelompok Tani, dan Kepala Desa Juhar mendatangi lokasi pekerjaan cetak sawah untuk menghentikan alat berat yang sedang beroperasi.

Menurut warga, pekerjaan Cetak Sawah Rakyat tersebut dinilai tidak sesuai karena pihak rekanan tidak memperhatikan dampak terhadap lahan persawahan di sekitar proyek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maida Boru Gultom, salah seorang pemilik tanaman padi, mengatakan pada dasarnya warga mendukung program CSR yang mengalihfungsikan lahan sawit menjadi sawah.

Namun, menurutnya, yang diprotes warga adalah pihak pemborong tidak memperhatikan kondisi tanaman padi di sekitar lokasi yang telah berumur dua bulan sehingga dikhawatirkan akan terserang hama tikus.

Yang jelas, kalau pekerjaan ini tetap diteruskan, kami masyarakat memastikan bahwa tanaman padi kami akan terserang tikus. Ditambah lagi dengan tumpukan batang kelapa sawit yang dibuat di perbatasan dengan tanaman padi kami. Jadi kalau pekerjaan ini terus dilakukan, siapa nanti yang bertanggung jawab kalau kami gagal panen? Jadi kami berharap Dinas Pertanian Sergai tidak melanjutkan proyek ini sampai kami selesai panen,” ujarnya.

Baca Juga:  Dandim 0321/Rohil Letkol Inf. Diki Apriyadi : Operasi Katarak Gratis Bentuk Nyata TNI Peduli Masyarakat Rohil

Sementara itu, Kepala Desa Juhar, Derman Sinaga, menyatakan pihak desa tetap mendukung program pemerintah tersebut.

Namun, lanjutnya, ada beberapa warga, khususnya pemilik lahan persawahan di sekitar lokasi, yang menyampaikan protes dan memberhentikan alat berat yang sedang beroperasi. .

“Mereka khawatir tanaman padi mereka gagal panen akibat serangan hama tikus nantinya. Jadi kalau menurut saya itu hal yang wajar dilakukan warga,” ungkapnya.

Dirinya juga menyebutkan pihak desa telah menyampaikan kepada pemerintah agar proyek program CSR tersebut dilaksanakan setelah masyarakat selesai panen padi.

“Sebelumnya juga sudah kita sampaikan ke pihak pemerintah dan pemborong agar pekerjaan tersebut dilakukan setelah panen padi atau sebelum masa tanam. Namun pihak rekanan tetap mengerjakan, sampai akhirnya masyarakat protes,” sebutnya. (WH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dutakhabarterkini.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FK.1 Sergai Laporkan Dugaan Keterlambatan  Proyek Sekolah Rakyat ke Ombudsman
Kejari Simalungun Tindaklanjuti Laporan Dugaan Penyelewengan Dana BOS SMP Al Washliyah 40 Bandar Huluan
MANAJEMEN RS PRIMA MEDICA LARAS DIDUGA LINDUNGI PELAKU MANIPULASI GAJI Rp 218 JUTA, PRAKTISI HUKUM: ITU KORUPSI, LAPORKAN KE APH
Akibat Kemarau, Petani Sergai Kesulitan Air dan Minyak Solar Untuk Pompanisasi
TERIMA KUNKER RESES KOMISI X DPR RI, WALI KOTA TEBING TINGGI DORONG SINERGI PUSAT-DAERAH UNTUK SDM UNGGUL
BUKA SOSIALISASI DESA BINAAN IMIGRASI, SEKDA TEBING TINGGI MINTA LURAH MAMPU DETEKSI DINI MODUS TPPO DAN TPPM
Ribuan Penerima Manfaat di Sergai Menanti Pendistribusian MBG
PERNYATAAN SIKAP KETUA DPD AKPERSI SUMATERA UTARA KECAM INTERVENSI & PEMBANGKANGAN HUKUM KADES HELVETIA: DESAK BUPATI COPOT TIDAK HORMAT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:41 WIB

FK.1 Sergai Laporkan Dugaan Keterlambatan  Proyek Sekolah Rakyat ke Ombudsman

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:04 WIB

Kejari Simalungun Tindaklanjuti Laporan Dugaan Penyelewengan Dana BOS SMP Al Washliyah 40 Bandar Huluan

Senin, 27 Juli 2026 - 09:15 WIB

MANAJEMEN RS PRIMA MEDICA LARAS DIDUGA LINDUNGI PELAKU MANIPULASI GAJI Rp 218 JUTA, PRAKTISI HUKUM: ITU KORUPSI, LAPORKAN KE APH

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:38 WIB

Akibat Kemarau, Petani Sergai Kesulitan Air dan Minyak Solar Untuk Pompanisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:27 WIB

Proyek Cetak Sawah Rakyat di Sergai Diprotes Warga, Alat Berat Dihentikan

Berita Terbaru