Trotoar dan Badan Jalan Jadi Lapak Dagangan, Pemko Tebing Tinggi Diminta Bertindak

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 02:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dutakhabarterkini.co.id //TEBING TINGGI – Keberadaan sejumlah pedagang yang menggunakan trotoar hingga badan jalan sebagai tempat berjualan di Kota Tebing Tinggi sepertinya belum bisa terselesaikan hingga kembali menjadi sorotan masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu keindahan dan ketertiban kota, tetapi juga berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas serta membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki, di sejumlah titik justru dimanfaatkan sebagai lokasi berjualan. Sementara sebagian badan jalan juga digunakan untuk menempatkan lapak, barang dagangan, maupun aktivitas jual beli.
Akibatnya, masyarakat yang hendak menggunakan trotoar terpaksa mencari jalan lain, bahkan tidak jarang harus berjalan di badan jalan yang dilalui kendaraan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari masyarakat yang meminta Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi segera mengambil langkah nyata untuk melakukan penataan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Trotoar itu dibangun untuk pejalan kaki, sedangkan badan jalan digunakan untuk kendaraan. Kalau semuanya digunakan sebagai tempat berjualan, tentu masyarakat yang menjadi korban karena akses jalan semakin sempit,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Menurut warga, persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemko Tebing Tinggi diharapkan tidak hanya melakukan penertiban ketika ada kegiatan tertentu, tetapi mampu menghadirkan sistem penataan yang berkelanjutan, dimana penataan para pedagang dinilai perlu dilakukan secara tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan yang manusiawi dan humanis.
Pemerintah diharapkan dapat melakukan pendataan ulang dan mencarikan solusi yang tepat bagi para pedagang agar tetap dapat menjalankan usaha tanpa harus menggunakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga:  WALI KOTA TEBING TINGGI HADIRI RAKOR REGIONAL SUMATERA, PEMKO MANTAPKAN SINERGI LINTAS SEKTOR KEJAR TARGET ZERO STUNTING

“Pedagang memang perlu mencari nafkah, tetapi hak masyarakat untuk menggunakan trotoar dan jalan juga harus diperhatikan. Pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi terbaik,” tambah warga tersebut.

Selain mengganggu fungsi trotoar, aktivitas perdagangan di badan jalan juga dikhawatirkan dapat menimbulkan kemacetan, khususnya pada jam-jam ramai. Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju atau mencari ruang jalan yang tersisa, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Masyarakat pun meminta instansi terkait, termasuk perangkat pemerintah yang memiliki tugas dalam penataan dan penertiban, untuk tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut.
Pemko Tebing Tinggi diminta segera dapat melakukan evaluasi terhadap titik-titik yang selama ini digunakan sebagai lokasi berjualan di trotoar maupun badan jalan. Dimana langkah penataan dinilai penting untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum sesuai peruntukannya.

Namun demikian, penertiban diharapkan tidak dilakukan secara sepihak tanpa solusi. Pemerintah perlu menyiapkan alternatif lokasi yang layak, aman, dan memungkinkan para pedagang tetap menjalankan aktivitas ekonomi mereka.
Dengan penataan yang tepat, kepentingan pedagang dan masyarakat pengguna fasilitas umum diharapkan dapat berjalan secara seimbang.

Saat ini, masyarakat menunggu langkah konkret Pemko Tebing Tinggi. Trotoar harus kembali menjadi ruang aman bagi pejalan kaki, badan jalan harus berfungsi untuk kelancaran lalu lintas, sementara para pedagang perlu mendapatkan tempat usaha yang layak dan tertata.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dutakhabarterkini.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERMUDAH AKSES WARGA KELURAHAN MANDAILING, WALI KOTA DAN KAPOLRES TEBING TINGGI RESMIKAN JEMBATAN MERAH PUTIH
Puluhan Tahun Jalan Dusun Barisan Panjang Tak Pernah Tersentuh Pembangunan, Warga Harapkan Perhatian Pemerintah.
CAPAIAN IKAD KOTA TEBING TINGGI RAIH KATEGORI UNGGUL, WALI KOTA IMAN IRDIAN SARAGIH SIAP OPTIMALKAN INKLUSI KEUANGAN
WALI KOTA TEBING TINGGI HADIRI RAKOR REGIONAL SUMATERA, PEMKO MANTAPKAN SINERGI LINTAS SEKTOR KEJAR TARGET ZERO STUNTING
SEKDA TEBING TINGGI BERSAMA TIM SATGAS NASIONAL TINJAU LOKASI TERDAMPAK BANJIR
Bupati Sergai Minta Dapur SPPG  Pedomani Konsep Zero Accident
AKPERSI Sumut Ajukan RDP ke DPRD Sumut, Soroti Pengaduan Warga Medan Terkait Administrasi Kependudukan
DPRD Sumut Soroti Kendala Adminduk di Medan, Minta Disdukcapil Beri Kepastian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 05:58 WIB

Puluhan Tahun Jalan Dusun Barisan Panjang Tak Pernah Tersentuh Pembangunan, Warga Harapkan Perhatian Pemerintah.

Kamis, 3 September 2026 - 01:20 WIB

CAPAIAN IKAD KOTA TEBING TINGGI RAIH KATEGORI UNGGUL, WALI KOTA IMAN IRDIAN SARAGIH SIAP OPTIMALKAN INKLUSI KEUANGAN

Selasa, 1 September 2026 - 02:23 WIB

Trotoar dan Badan Jalan Jadi Lapak Dagangan, Pemko Tebing Tinggi Diminta Bertindak

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:30 WIB

WALI KOTA TEBING TINGGI HADIRI RAKOR REGIONAL SUMATERA, PEMKO MANTAPKAN SINERGI LINTAS SEKTOR KEJAR TARGET ZERO STUNTING

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:06 WIB

SEKDA TEBING TINGGI BERSAMA TIM SATGAS NASIONAL TINJAU LOKASI TERDAMPAK BANJIR

Berita Terbaru