SERGAI,dutakhabarterkini.co.id – Warga Dusun II dan Dusun III, Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, mengeluhkan paparan debu yang diduga berasal dari aktivitas operasional kilang padi milik PT Agung Sri Makmur.
Keluhan tersebut disampaikan warga kepada awak media pada Selasa, 28 Oktober 2026. Debu yang beterbangan dikhawatirkan mengganggu kesehatan dan aktivitas harian warga.
Salah seorang warga Dusun III yang akrab disapa Bang Am mengatakan, debu terasa sangat mengganggu saat kilang beroperasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau pas operasional debunya nyampai kemari bang dan saat kami menjemur pakaian debunya lengket,” ujarnya sembari menunjukkan kediamannya.
Keluhan serupa disampaikan seorang ibu rumah tangga. Ia menyebut debu yang menempel pada pakaian menyebabkan rasa gatal.
“Nyangkut di baju-baju (debunya) jadi gatal-gatal badan kami pak,” ungkapnya. “Kayak kereta ini pak kalau pas debunya berterbangan, lengket itu di jok kereta,” tambahnya.
Seorang warga Dusun II, Boru Saragih, juga membenarkan kondisi tersebut. “Iya bang debunya kalau lengket di baju bisa menyebabkan gatal-gatal,” katanya.
Menurut warga, persoalan ini telah dilaporkan kepada Pemerintah Desa Binjai.
Terpisah, Kepala Desa Binjai, Tomy Harno, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan adanya laporan warga.
“Iya ada warga yang mengeluhkan terkait debu dari kilang padi tersebut dan kami siap memfasilitasi keluhan warga,” jawab Tomy.
Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serdang Bedagai segera turun ke lokasi untuk melakukan investigasi dan pengukuran kualitas udara, agar aktivitas industri dan kenyamanan warga dapat berjalan beriringan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Agung Sri Makmur belum berhasil dikonfirmasi.














