
Dutakhabarterkini.co.id //Sumatera-Utara – Saat ini Isu beredar adanya dugaan ketidaksesuaian anggaran dalam proyek pembangunan Gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menjadi perhatian publik.
Program yang digadang sebagai salah satu langkah strategis pemerintah, kini menjadi sorotan publik melihat pekerjaan bangunan Koperasi Merah Putih (Kopdes) diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (Detail Engineering Design) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Informasi dilapangan kita terima yang menyebut bahwasanya kontraktor pelaksana proyek pekerjaan Pembangunan Koperasi Merah Putih hanya menerima dana sekitar Rp. 900 juta per unit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, anggaran resmi yang dialokasikan untuk setiap pembangunan Kopdes Merah Putih disebut mencapai Rp1,6 miliar.
Perbedaan nilai yang cukup signifikan ini memunculkan tanda tanya besar terkait penggunaan sisa anggaran.
Masyarakat meragukan semua Kopdes Merah Putih yang dibangun dengan desain yang telah dibuat oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan biaya pembangunan satu unit Kopdes Merah Putih mencapai Rp 1,6 miliar yang mengklaim harga tersebut cukup rasional.

Adapun dana dengan harga yang rasional dianggarkan dengan Satu gedung KDMP oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sebesar Rp 1.658.000.000, kurang lebih sekitar Rp 2.938.000 per meter persegi untuk seluruh Indonesia. Namun yang menjadi pertanyaan masyarakat saat ini, apakah benar dana tersebut yang disalurkan sesuai dilapangan.
Sesuai informasi yang beredar saat ini yang hampir menyeluruh di Provinsi Sumatera Utara bahwasanya Dana yang disalurkan ke pihak kontraktor hanya sebesar 900 juta per unit. Jika hal ini benar, hampir separuh dana yang sampai ke pelaksana, maka efektivitas dan transparansi pengelolaan anggaran menjadi hal yang perlu dipertanyakan.
Sebelum dampaknya nanti besar,masyarakat meminta dengan tegas ke pihak terkait agar melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat kesalahan administratif, inefisiensi, atau bahkan potensi penyimpangan dalam distribusi dana,agar tidak menimbulkan potensi kerugian fantastis, (Tim)














