VIRAL!!!” Limbah Dan Pencemaran Udara PKS CV Rapi Tehnik Belum Dapat Tanggapan Resmi

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMALUNGUN, – PROVINSI – SUMUT –

Keluhan masyarakat mengenai dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik CV Rapi Tehnik di Jalan Asahan, Pematang Asilum Km 18,5, Kecamatan Gunung Malela, belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak perusahaan. Sejak keluhan muncul pada Sabtu (14/3/2026), tim Jurnalis.online telah berusaha menghubungi manajemen pabrik namun belum berhasil menemui pihak terkait atau menerima keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Sejumlah warga di Huta 3 Pematang Asilum mengaku telah lama mengeluhkan keberadaan pabrik yang beroperasi di tengah permukiman penduduk. Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya (inisial EE) menyatakan bahwa asap dari limbah pabrik sering terlihat mengepul dan dikhawatirkan berdampak pada kualitas udara serta air sungai yang digunakan masyarakat sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami khawatir tidak hanya udara yang tercemar, tapi juga air sungai yang menjadi sumber air bagi peternakan ikan kami. Beberapa waktu terakhir, ada laporan kerugian akibat kondisi air yang dinilai tidak layak,” ujar EE kepada Jurnalis.online.

Warga juga menyoroti jarak pabrik yang dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman, seharusnya industri semacam ini memiliki jarak aman sesuai peraturan. Menurut informasi yang diperoleh, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun pernah melakukan inspeksi atau sidak ke lokasi, namun aktivitas pabrik tetap berjalan dan keluhan masyarakat belum terselesaikan.

Baca Juga:  Bupati dan Wabup Sergai Tinjau Program MBG

Selain warga, elemen masyarakat pencinta lingkungan mengungkapkan,” Bahwa indikasi adanya temuan limbah dari Pabrik, sehingga sungai tercemar oleh limbahnya. Dan ada juga temuan dari masyarakat yang melihat bahwa ada pengepulan asap hitam, dan itu berdampak ke lingkungan sekitarnya karena posisi pabrik CV RAPI TEHNIk berdiri kokoh ditengah permukiman masyarakat,” tandasnya.

 

“Sebenarnya masyarakat itu cukup resah, cuma mereka tidak punya jalur dan tidak tau arahnya kemana mau mengadu pada siapa. Kami berharap instansi berwenang dapat bertindak sesuai dengan peraturan,” tambahnya.

Tim media telah mengirimkan permintaan konfirmasi terkait sistem pengelolaan limbah, kesesuaian dengan standar baku mutu, tanggapan terhadap keluhan masyarakat, serta langkah tanggung jawab perusahaan. Namun hingga saat berita ini diterbitkan, pihak manajemen CV Rapi Tehnik belum memberikan tanggapan apapun.

Kontak dengan instansi terkait juga masih dalam proses, dimana pihak DLH Kabupaten Simalungun menyatakan sedang melakukan evaluasi ulang terhadap izin operasional dan dampak lingkungan dari pabrik tersebut.

“Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan berusaha mendapatkan klarifikasi dari semua pihak terkait untuk menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat,” ujar Wina, selaku CEO Media Jurnalis.online.

Sumber: Wna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dutakhabarterkini.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Huta Pardomuan Duduki Tanah Ulayat Kosik Putih, Dukung Ketahanan Pangan Nasional — PT SRL Bersikeras Meski HGU Diduga Sudah Habis
*Warga Karangsia OKI Minta Perhatian Presiden Prabowo, DPP AKPERSI Kawal Persoalan Lahan PT BMH*
PERMUDAH AKSES WARGA KELURAHAN MANDAILING, WALI KOTA DAN KAPOLRES TEBING TINGGI RESMIKAN JEMBATAN MERAH PUTIH
Satreskrim Polres Tebing Tinggi Cek Lokasi Dugaan Galian C Ilegal, Tidak Ditemukan Alat Berat
Miris! Puluhan Tahun Jalan Tanggul Sungai Jadi Akses Utama Warga, Tak Kunjung Tersentuh Pembangunan
Puluhan Tahun Jalan Dusun Barisan Panjang Tak Pernah Tersentuh Pembangunan, Warga Harapkan Perhatian Pemerintah.
Proyek Konservasi Air di Tebing Tinggi Sergai Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi
CAPAIAN IKAD KOTA TEBING TINGGI RAIH KATEGORI UNGGUL, WALI KOTA IMAN IRDIAN SARAGIH SIAP OPTIMALKAN INKLUSI KEUANGAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:26 WIB

Masyarakat Huta Pardomuan Duduki Tanah Ulayat Kosik Putih, Dukung Ketahanan Pangan Nasional — PT SRL Bersikeras Meski HGU Diduga Sudah Habis

Selasa, 8 September 2026 - 09:54 WIB

*Warga Karangsia OKI Minta Perhatian Presiden Prabowo, DPP AKPERSI Kawal Persoalan Lahan PT BMH*

Senin, 7 September 2026 - 07:17 WIB

Satreskrim Polres Tebing Tinggi Cek Lokasi Dugaan Galian C Ilegal, Tidak Ditemukan Alat Berat

Senin, 7 September 2026 - 06:09 WIB

Miris! Puluhan Tahun Jalan Tanggul Sungai Jadi Akses Utama Warga, Tak Kunjung Tersentuh Pembangunan

Senin, 7 September 2026 - 05:58 WIB

Puluhan Tahun Jalan Dusun Barisan Panjang Tak Pernah Tersentuh Pembangunan, Warga Harapkan Perhatian Pemerintah.

Berita Terbaru