AKPersi Soroti Langkah Kejagung Bentuk Tim Khusus: Ujian Integritas Korps Adhyaksa

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 22 Juli 2026 – Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengambil langkah tak biasa dengan membentuk tim penyidik khusus untuk mengusut tiga perkara dugaan korupsi yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Pembentukan tim tersebut diumumkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, pada Rabu, 15 Juli 2026. Anang menegaskan tim ini dibentuk di luar struktur Jampidsus demi menjaga objektivitas penyidikan.

“Sebagian besar mantan penyidik KPK, yang lain juga senior semua. Bintang semua ini,” ujar Anang Supriatna.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim yang kemudian dikenal sebagai “Tim 9” ini diberikan mandat untuk menangani tiga perkara sekaligus, yakni dugaan korupsi PT ASABRI, dugaan korupsi pengadaan batu bara PLTU PLN yang sempat menyebabkan pemadaman massal di Sumatera, dan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait PT Krakatau Steel.

Berikut adalah sembilan jaksa yang dipercaya masuk dalam tim tersebut:

1. Agus Salim – Inspektur Keuangan II pada JAM Pengawasan. Eks Kajati Sulsel dan Sulteng, mantan penyidik KPK, lulusan FH Unhas.

2. Muhibuddin – Kepala Kejati Sumatera Utara. Alumni Unsyiah, pernah menjadi Koordinator Pelacakan Aset dan Eksekusi KPK serta Atase Hukum KBRI Riyadh.

3. Chatarina Muliana Girsang – Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan Badan Pemulihan Aset Kejagung. Mantan Kepala Biro Hukum KPK, eks Irjen Kemendikbudristek dan perempuan pertama yang pernah menjabat Kajati Bali.

Baca Juga:  Ketua DPC AKPERSI Tebing Tinggi : Pers Harus Menjadi Pilar Integritas dan Pemersatu Bangsa

4. Riyono – Inspektur Keuangan I pada JAM Pengawasan. Rekam jejaknya sebagai jaksa KPK yang mengungkap kasus korupsi Simulator SIM Korlantas 2011.

5. Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol – Sekretaris JAM Pidum. Pernah menjadi sorotan publik saat mengawal kasus penganiayaan David Ozora oleh Mario Dandy.

6. Irene Putrie – Direktur Pertimbangan Hukum pada JAM Datun. Dikenal publik sebagai Ketua Tim Penuntut Umum KPK dalam kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

7. Rinaldi Umar – Wakil Kepala Kejati Banten, mantan Atase Hukum KBRI Riyadh.

8. Zet Tadung Allo – Direktur Penuntutan pada JAM Pidmil, Doktor lulusan Unhas, mantan Kajati NTT.

9. Hari Wibowo – Direktur A pada JAM Pidum, mantan Wakajati Jatim. Satu-satunya anggota tim tanpa riwayat penugasan di KPK.

Kejagung memastikan seluruh proses penyidikan akan diawasi oleh DPR RI dan dikoordinasikan dengan KPK.

Hingga rilis ini diturunkan, status tersangka Febrie Adriansyah yang sebelumnya ditetapkan oleh Kortastipidkor Polri dinyatakan tetap berlaku dan tidak gugur dengan diterbitkannya Sprindik baru oleh Kejagung. Seluruh proses hukum tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Demikian untuk menjadi perhatian.

Tim Redaksi
DPD AKPersi Sumatera Utara

Tagar:

#Tim9Kejagung

#KejaksaanAgung

#FebrieAdriansyah

#AKPersi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dutakhabarterkini.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Dari Kita, Untuk Kita” — KPTAM Percepat Program KETAPANG Dukung Ketahanan Pangan Nasional
KARHUTLA TAK KUNJUNG TUNTAS, KETUM DPP AKPERSI NILAI GUBERNUR SUMSEL GAGAL LINDUNGI RAKYAT
PERINGATI HARI KONTRASEPSI SEDUNIA, WALI KOTA TEBING TINGGI TEGASKAN 4 KOMITMEN PENTING
Hukum Tidak Boleh Mengenal Kasta”:AKPERSI Desak Polda,Dinkes dan Polres Buka Ruang. Klarifikasi.
PERAN TEGAS JURNALIS: KETERBUKAAN BUKAN TAWARAN, MELAINKAN HAK RAKYAT, TIM INVESTIGASI NASIONAL
*Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot*
MASYARAKAT HUTA PARDOMUAN BULAT DUKUNG BASIRUDDIN HARAHAP PERTAHANKAN KLAIM TANAH ULAYAT 2.050 HEKTARE
GMPB Aksi Depan KPK: Usut Tuntas Dugaan Potongan Insentif Bappenda Kabupaten Bogor
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:01 WIB

“Dari Kita, Untuk Kita” — KPTAM Percepat Program KETAPANG Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:24 WIB

KARHUTLA TAK KUNJUNG TUNTAS, KETUM DPP AKPERSI NILAI GUBERNUR SUMSEL GAGAL LINDUNGI RAKYAT

Rabu, 30 September 2026 - 11:04 WIB

PERINGATI HARI KONTRASEPSI SEDUNIA, WALI KOTA TEBING TINGGI TEGASKAN 4 KOMITMEN PENTING

Jumat, 25 September 2026 - 08:03 WIB

Hukum Tidak Boleh Mengenal Kasta”:AKPERSI Desak Polda,Dinkes dan Polres Buka Ruang. Klarifikasi.

Kamis, 17 September 2026 - 13:36 WIB

PERAN TEGAS JURNALIS: KETERBUKAAN BUKAN TAWARAN, MELAINKAN HAK RAKYAT, TIM INVESTIGASI NASIONAL

Berita Terbaru