SERGAI,dutakhabarterkini.co.id- Dugaan pencurian dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dengan modus menggunakan barcode MyPertamina milik orang lain terjadi di SPBU Limbong Nomor 14.206.197, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Dugaan kecurangan tersebut diakui langsung oleh pihak manajemen SPBU Limbong. Jul, selaku Mandor SPBU Limbong, mengakui bahwa operator di lapangan sengaja tidak memperhatikan kesesuaian nomor polisi dan jenis kendaraan dengan barcode yang digunakan.
“Memang salah operator kami tidak memperhatikan nomor polisi dan kendaraan berbeda dengan barcode. Asal diisikan saja,” ungkap Jul saat ditemui awak media beberapa hari lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat kelalaian yang disengaja tersebut, barcode MyPertamina milik S. Damanik, warga yang menjadi korban, digunakan oleh kendaraan lain untuk mengisi BBM subsidi di SPBU tersebut tanpa sepengetahuan pemilik.
Jul menambahkan, akibat laporan tersebut, pihak Polres Tebing Tinggi sudah dua kali mendatangi SPBU 14.206.197 untuk melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV.
“Pak Polisi datang dua kali memeriksa dan melihat rekaman CCTV. Ya benar saat dilihat, tidak ada operator melihat nomor polisi kendaraan yang akan mengisi BBM. Jadi langsung saja diisikan. Ditanya juga jadi seperti ini mereka mengisi, Polisi juga menyalahkan operator,” sambung Jul.
Diketahui, kasus ini telah dilaporkan secara resmi oleh korban S. Damanik ke Polres Tebing Tinggi atas dugaan pencurian data dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena SPBU merupakan garda terdepan dalam penyaluran BBM subsidi yang seharusnya menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pertamina secara ketat, termasuk verifikasi barcode, nomor polisi, dan jenis kendaraan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Tebing Tinggi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.













