Ajibarang, Jawa Tengah – Pelaksanaan proyek pengaspalan di ruas Jalan Raya Ajibarang menjadi perhatian serius setelah ditemukan tidak adanya papan nama (plang) proyek di lokasi pekerjaan, Senin (20/4/2026) sekitar pukul 11.09 WIB.

Tim Duta Khabar Terkini.co.id – yang melakukan pemantauan langsung di lapangan mendapati bahwa kegiatan perbaikan jalan yang baru akan dimulai tersebut tidak disertai informasi publik sebagaimana mestinya. Tidak terlihat adanya plang yang memuat identitas proyek, nilai anggaran, sumber dana, pelaksana kegiatan, maupun waktu pelaksanaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, keberadaan papan proyek merupakan kewajiban dalam setiap pekerjaan konstruksi yang dibiayai negara, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
Di lokasi, situasi sempat memanas akibat keributan kecil antara petugas pengatur lalu lintas dengan pengguna jalan. Sistem buka-tutup yang diterapkan untuk kendaraan roda dua dan roda empat dinilai belum optimal, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Saat dikonfirmasi, salah satu petugas keamanan yang juga bertugas dalam aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menyatakan bahwa plang proyek “belum dikirim hari ini.” Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya kelalaian dalam persiapan teknis maupun administratif sebelum pekerjaan dimulai.
Lebih lanjut, tim media mewawancarai sejumlah pihak di lokasi, yakni Angkoso dan Ahmadi selaku petugas keamanan/K3, serta Imam yang disebut sebagai pengawas proyek dari pusat. Namun, ketiganya tidak memberikan keterangan yang tegas terkait alasan tidak dipasangnya papan proyek sejak awal kegiatan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kepatuhan pihak pelaksana terhadap standar operasional pekerjaan konstruksi. Selain melanggar prinsip keterbukaan informasi publik, ketiadaan plang proyek juga berpotensi mengabaikan aspek keselamatan pengguna jalan.
Pihak pelaksana yang disebut berasal dari PT BSS Jawa Tengah bersama pengawas lapangan dinilai perlu segera melakukan pembenahan, termasuk pemasangan papan proyek secara resmi dan peningkatan pengamanan di area kerja.
Awak media menegaskan bahwa setiap proyek infrastruktur, khususnya yang menggunakan anggaran publik, wajib mengedepankan transparansi, profesionalitas, dan keselamatan sebagai prioritas utama.
Hingga berita ini diterbitkan, kegiatan pengaspalan masih dalam tahap awal, dengan arus lalu lintas yang tetap diberlakukan sistem buka-tutup.
( Kaperwil: Rezza Aprianti)














