
Simalungun-dutakhabarterkini.co.id-Perkumpulan Pemerhati dan Pengawas Korupsi Indonesia (P3KI) bersama media dutakhabarterkini.co.id akan melaporkan dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Alwasliyah 40 Bandar Huluan ke Kejaksaan Negeri Simalungun.
Ketua P3KI Sopiyan dan Sekretaris Mariono, bersama Kabiro Simalungun dutakhabarterkini.co.id M. Wahyudi, melakukan investigasi ulang ke sekolah tersebut pada Rabu, 11/6/2026. Tujuannya untuk melengkapi data terkait dugaan yang menyeret nama mantan kepala sekolah berinisial S, periode 2019-2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari hasil investigasi, kami menemukan dugaan penggelembungan jumlah siswa semasa S menjabat. Jumlah yang dilaporkan ke Dapodik tidak sesuai dengan data murni dari sekolah,” kata Sopiyan.
Selain itu, pihaknya juga menemukan dugaan ketidaksesuaian laporan aset. “Jumlah lemari, laptop, printer, bangku/meja siswa, dan kipas angin di sekolah tidak sesuai dengan yang dilaporkan dalam penggunaan Dana BOS,” tambahnya.
M. Wahyudi menyebut, pihak internal sekolah kooperatif dalam memberikan data. “Berkas dan data sudah lengkap, semuanya akan kami serahkan ke Kejari Simalungun supaya segera ditindaklanjuti. Urusan benar dan salah biar pengadilan yang memproses,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih berupaya mengonfirmasi kepada S untuk mendapatkan hak jawab terkait dugaan tersebut.














